Blogger Widgets ADE COPA GABANA PARFUM PARIS MODE: Menteri Baru Giatkan Proyek Rusun Murah

Rabu, 26 Oktober 2011

Menteri Baru Giatkan Proyek Rusun Murah


Menteri Baru Giatkan Proyek Rusun 

Murah

Delta Cakung Apartemen adalah proyek 'pecah telur' pembangunan rusunami yang sempat stop.

RABU, 26 OKTOBER 2011, 16:09 WIB

VIVAnews - Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz mengungkapkan, proyek pembangunan rumah susun sederhana milik (rusunami) untuk pekerja kembali dijalankan.
Delta Cakung Apartemen adalah proyek 'pecah telur' pembangunan rusunami yang sebelumnya sempat terhenti sementara.

Seperti diketahui, sebagian pengembang sejak 2010, berhenti membangun rusunami akibat ketidakjelasan mengenai perizinan, kriteria konsumen rumah susun bersubsidi, serta fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang lamban dibayarkan pemerintah. 

"Sempat terhenti sementara (pembangunan rusunami). Ini (Delta Cakung) adalah proyek 'pecah telor' tanda dimulainya rusunami di Jakarta. Saya akan terus mendorong agar dibangun rusun-rusun lain," kata Djan Faridz, dalam peresmian Pemancangan Tiang Pancang Rusunami Delta Cakung Apartemen, Jakarta, Rabu 26 Oktober 2011.

Pembangunan rumah susun ini, lanjut Djan, diawali dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2006 tentang Koordinasi Pembangunan Rumah Susun di Perkotaan. Sedangkan proyek pertama kali yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2007 lalu terletak di Pulogebang, Jakarta Timur.

"Awalnya banyak yang meragukan proyek ini, tetapi sampai hari ini sudah ada 700 Rusun yang terbangun," ungkapnya.

Tertundanya pembangunan rumah susun bersubsidi, kata Djan, akibat adanya bangunan-bangunan yang disegel karena persoalan perizinan dan koordinasi yang buruk antara pemerintah daerah, pengembang maupun pemerintah pusat.

"Kedepan harus ada koordinasi antara Pemda, pemerintah pusat, dan pengembang sehingga proyek ini (Delta Cakung) diharapkan menjadi titik mula pembangunan kembali rusunami di Jakarta dan akan dikembangkan ke daerah-daerah lain," ujarnya.

Menpera berharap, pemancangan tiang pancang ini dapat segera dilanjutkan dengan pembangunan konstruksi hingga selesai sehingga dapat segera diserahterimakan kepada masyarakat.

Sementara itu, Direktur Utama PT Delta Pinang Mas, Endang Kawijaya, mengatakan, meskipun bernama apartemen, namun proyek ini adalah rusunami untuk masyarakat berpenghasilan kurang dari Rp4,5 juta per bulan.

"Kami meminta bantuan stimulan PSO untuk masyarakat berpenghasilan menengah kebawah," kata Endang dalam kesempatan yang sama.

Endang menuturkan, pembangunan dua menara kembar dengan jumlah 520 unit hunian dan sekitar 60-80 unit kios di lantai dasar ini akan berjumlah enam lantai. "Lantai dasar untuk fasilitas umum dan usaha, lainnya hunian," kata Endang.

Dana investasi bangunan di atas luas tanah mencapai 10.927 meter persegi dan luas bangunan 15.800 meter persegi itu, lanjut Endang, mencapai Rp48 miliar. Dengan rincian, untuk tanah berjumlah Rp12 miliar dan untuk bangunan berjumlah Rp36 miliar.

"Desainnya persis rusunawa (rumah susun sederhana sewa) DKI tapi bedanya yang ini kita jual. Sekarang sudah terjual 60 persen dan 90 persen sudah menggunakan skema FLPP dengan pangsa pasarnya adalah pekerja," ungkapnya yang menargetkan bangunan selesai dibangun delapan bulan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar